Dua mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil mengembangkan inovasi farmasi yang patut dibanggakan. Mereka menciptakan formula obat antijamur (antifungal) yang menggunakan bahan aktif dari ekstrak tanaman rempah lokal Sulawesi, yakni daun lempuyang (Zingiber zerumbet) dan buah kecombrang (Etlingera elatior).
Kedua inovator muda tersebut adalah Aisyah Ramadhani Putri (Farmasi 2021) dan Muhammad Ihsan Pratama (Farmasi 2021). Penelitian mereka yang dibimbing oleh Dr. apt. Nurhayati, M.Si., menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kedua tanaman tersebut memiliki efektivitas antijamur 3 kali lebih tinggi dibanding obat antijamur konvensional yang ada di pasaran, dengan efek samping yang jauh lebih minimal.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus, "Journal of Ethnopharmacology", dan mendapat respons positif dari komunitas ilmiah internasional. Formulasi yang dikembangkan telah mengajukan hak paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI.
Beberapa perusahaan farmasi nasional telah menyatakan minat untuk mengembangkan inovasi ini secara komersial. Pihak UMI memastikan bahwa hak kekayaan intelektual akan dilindungi sepenuhnya demi kepentingan para inovator.