Rabu, 9 September 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Eleven Kick Challenge Digelar di GOR UMI, WR III: Kampus Selalu Beri Ruang bagi Generasi Muda Kembangkan Potensi

60 tampilan 3 mnt baca Sumber: Humas UMI

UMI juga memberi perhatian terhadap pengembangan potensi di bidang olahraga. Kompetisi menjadi salah satu ruang penting untuk melahirkan atlet dengan kemampuan dan mental bertanding yang kuat.

Makassar, umi.ac.id Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Kali ini, UMI menjadi tuan rumah Kejuaraan Taekwondo Eleven Kick Challenge yang diikuti 890 atlet dari berbagai daerah di Sulawesi.

Kejuaraan berlangsung di GOR UMI, Makassar, pada 21–23 Agustus 2026. Sebanyak 43 tim ambil bagian dan berebut medali di berbagai kategori pertandingan.

Kejuaraan ini mengusung tema “Dare Your Selves”. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan dan menunjukkan hasil latihan mereka.

Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. Kamal Hidjaz, S.H., M.H., mengatakan UMI selalu memberi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik.

Menurutnya, UMI juga memberi perhatian terhadap pengembangan potensi di bidang olahraga. Kompetisi menjadi salah satu ruang penting untuk melahirkan atlet dengan kemampuan dan mental bertanding yang kuat.

“Kejuaraan ini merupakan ajang kegiatan yang bisa menghasilkan atlet-atlet yang terus berprestasi di berbagai level kompetisi. Mulai dari level lokal, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, UMI siap mendukung perkembangan olahraga Taekwondo. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter.

BACA JUGA:
Gerak Cepat di NTT, Tim Relawan UMI Berikan Layanan ke Penyintas di Dua Puskesmas
Prof Hambali Thalib: Teknologi Boleh Melaju Cepat, tetapi Dampak Harus Sampai kepada Umat

Taekwondo, kata Prof. Kamal, tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri. Olahraga ini juga membentuk disiplin, keberanian, pengendalian diri, konsistensi, dan semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan proses pendidikan di UMI. Atlet yang berprestasi juga membutuhkan karakter dan mental yang kuat.

Kompetisi menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Para atlet dapat mengasah kemampuan teknis, strategi, dan mental bertanding.

Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan prestasi tidak lahir secara instan. Pembinaan harus didukung kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.

“Taekwondo Sulsel lebih berprestasi. Jika ingin berprestasi, maka kompetisi mesti rutin dilaksanakan,” kata Adnan.

Menurutnya, Pengurus Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan akan terus memfasilitasi berbagai kompetisi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya melahirkan atlet yang mampu bersaing dan berprestasi.

“Pengurus Taekwondo Sulsel akan memfasilitasi setiap kompetisi agar atlet-atlet kita semakin membanggakan. Mengikuti kompetisi mesti disiapkan dengan baik. Mentalnya harus juara dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Eleven Kick Challenge diharapkan memberi pengalaman bertanding bagi para atlet. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan Taekwondo yang berkelanjutan di Sulawesi.

Bagi UMI, dukungan terhadap kegiatan olahraga merupakan bagian dari semangat Kampus Berdampak. Kampus tidak hanya hadir melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

UMI juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi. Dari GOR UMI, 890 atlet kini menguji kemampuan dan menyiapkan diri menuju prestasi yang lebih tinggi.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.