Sebanyak 30 mahasiswa terpilih Universitas Muslim Indonesia (UMI) diberangkatkan ke Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia, dalam program pertukaran mahasiswa (Student Exchange) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Ini merupakan gelombang terbesar mahasiswa UMI yang mengikuti program exchange ke UM sejak kerjasama kedua universitas dimulai.
Para mahasiswa yang berangkat berasal dari berbagai program studi: Hukum, Ekonomi, Teknik, Kedokteran, Farmasi, Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional. Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan IPK minimal 3,5, kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS), dan motivasi akademik. Dari 150 pendaftar, hanya 30 yang lolos seleksi.
Program ini sangat menarik karena mahasiswa UMI yang diterima tidak dikenakan biaya kuliah di UM (hanya membayar uang kuliah di UMI seperti biasa). Mereka akan mengambil mata kuliah yang diakui secara penuh oleh UMI dan mendapatkan nilai resmi di transkrip akademik UMI.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama UMI, Prof. Dr. H. Abd. Rahman, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen UMI mempersiapkan lulusan yang berwawasan global. "Di Universiti Malaya, mahasiswa UMI akan berinteraksi dengan mahasiswa dari lebih dari 100 negara. Pengalaman internasional ini akan membentuk mereka menjadi pemimpin masa depan yang berpikiran global," ujarnya.