Sistem pembelajaran hybrid yang dikembangkan secara mandiri oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI) kini mendapat pengakuan nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menetapkan sistem UMI Learning Management System (UMI-LMS) sebagai salah satu model pembelajaran hybrid terbaik di Indonesia.
UMI-LMS merupakan platform digital terintegrasi yang memungkinkan perpaduan seamless antara pembelajaran tatap muka dan daring. Fitur unggulannya mencakup kelas virtual 3D interaktif, sistem AI untuk personalisasi pembelajaran, analitik akademik real-time, dan integrasi dengan berbagai platform konten edukatif global.
Kepala Pusat Teknologi Informasi UMI, Dr. Ir. Andi Akbar, M.T., menjelaskan bahwa UMI-LMS telah diuji coba selama dua tahun dan terbukti meningkatkan engagement mahasiswa sebesar 45% dan performa akademik rata-rata sebesar 23%. "Ini bukan sekadar platform, ini ekosistem pembelajaran masa depan," ujarnya.
Sebanyak 12 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia telah menyatakan minat untuk mengadopsi UMI-LMS. Kemdikbudristek akan memfasilitasi proses transfer pengetahuan dan teknologi ini melalui program pendampingan nasional.