Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Institut Teknologi dan Bahasa Melayu (ITBM) Malaysia resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang bersejarah di Kampus ITBM, Kuala Lumpur. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UMI dan Presiden ITBM dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Malaysia.
MoU ini mencakup empat bidang kerjasama utama: pengembangan program joint research tentang peradaban Bugis-Melayu, ko-publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi, pelaksanaan program pertukaran dosen dan mahasiswa antara kedua institusi, serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama tentang bahasa dan sastra Melayu-Bugis.
Rektor UMI menyatakan bahwa kerjasama ini memiliki makna historis yang dalam. "Bugis dan Melayu adalah dua peradaban maritime yang secara historis saling terhubung. Melalui kerjasama akademik ini, kami akan mendokumentasikan, meneliti, dan mempromosikan warisan peradaban bersama ini kepada dunia," ungkapnya.
Sebagai langkah awal, kedua institusi sepakat menerbitkan buku antologi akademik tentang "Diaspora Bugis dan Kontribusinya pada Peradaban Melayu" yang akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Melayu, dan Inggris, ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Program pertukaran mahasiswa antara UMI dan ITBM juga akan segera dimulai, dengan kuota 10 mahasiswa dari masing-masing institusi per semester, tanpa biaya kuliah di kampus tujuan (biaya hidup ditanggung mandiri oleh mahasiswa).