Tim peneliti dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (FT UMI) berhasil mengembangkan inovasi teknologi energi terbarukan yang sangat relevan untuk kondisi Indonesia. Mereka merancang sistem biogas portable berbiaya rendah yang menggunakan limbah pertanian lokal - seperti jerami padi, kotoran sapi, dan sisa tanaman jagung - sebagai bahan baku utama.
Teknologi yang diberi nama "BioFarm-UMI" ini dirancang khusus untuk kebutuhan komunitas pertanian di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan gas alam atau listrik PLN. Satu unit BioFarm-UMI dengan kapasitas 2 m³ dapat menghasilkan gas yang cukup untuk kebutuhan memasak satu keluarga selama sehari penuh.
Keunggulan BioFarm-UMI dibanding sistem biogas konvensional adalah biaya produksi yang 60% lebih murah (hanya Rp 3,5 juta per unit), kemudahan pemasangan tanpa keahlian khusus, dan kemampuan menggunakan berbagai jenis biomassa yang tersedia di lokasi.
Penelitian ini telah mendapat pendanaan dari BRIN dan Kementerian ESDM. Sebagai tahap awal implementasi, 50 unit BioFarm-UMI akan dipasang di 10 desa di Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Bone sebagai proyek percontohan.