Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pemikiran Islam Indonesia dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema "Islam, Demokrasi, dan Etika Bernegara" di Auditorium Balai Sidang UMI. Seminar yang dihadiri lebih dari 800 peserta dari berbagai daerah ini menghadirkan Prof. Dr. Zakir Sabara, S.H., M.H. sebagai pembicara utama.
Prof. Zakir dalam orasi ilmiahnya memaparkan perspektif mendalam tentang hubungan Islam dan demokrasi. "Demokrasi tidak cukup dijaga dengan aturan. Ia harus diperkuat dengan etika dan integritas. Dan Islam, dengan nilai-nilai universal yang dikandungnya, adalah fondasi terkuat untuk membangun etika bernegara yang luhur," tegasnya di hadapan ratusan akademisi, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.
Seminar juga menghadirkan pembicara lain: Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran, pakar hukum Islam dari IAIN Makassar, dan mantan Komisioner KPU RI. Diskusi panel yang berlangsung seru membahas topik-topik kontemporer: peran ulama dalam politik, halal dan haram dalam demokrasi, serta etika pemilihan umum dalam perspektif Islam.
Seminar ini menghasilkan "Deklarasi Makassar untuk Demokrasi Beretika" yang merekomendasikan kepada pemerintah, partai politik, dan lembaga penyelenggara pemilu untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika dalam setiap aspek penyelenggaraan demokrasi.