Rabu, 9 September 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Dari Sudan, Mimpi Abdallah Kini Berlabuh di UMI

48 tampilan 3 mnt baca Sumber: Humas UMI

Ini adalah tentang sebuah tekad membara untuk menyelami dunia sains dan obat-obatan dari rahim institusi pendidikan Islam ternama, tempat di mana intelektualitas akademik berpadu utuh dengan fondasi akhlak karimah.

Makassar, umi.ac.id Ribuan kilometer terbentang antara Sudan dan Indonesia, menyeberangi benua dan samudra, tetapi bentangan jarak sejauh itu tak sedikit pun menyurutkan langkah Abdallah Mohammad Bakheet Abdallah untuk menjemput cita-citanya. Pemuda asal Afrika Timur ini resmi menginjakkan kaki di tanah Daeng dan berlabuh sebagai mahasiswa baru Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Bagi Abdallah, keputusannya merantau ke belahan dunia lain bukan sekadar tentang mengejar selembar ijazah sarjana. Ini adalah tentang sebuah tekad membara untuk menyelami dunia sains dan obat-obatan dari rahim institusi pendidikan Islam ternama, tempat di mana intelektualitas akademik berpadu utuh dengan fondasi akhlak karimah.

Meninggalkan tanah kelahiran demi mengarungi atmosfer akademik di belahan nusantara tentu menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari adaptasi budaya hingga dinamika pergaulan baru. Namun, binar optimisme di mata Abdallah mengisyaratkan bahwa setiap rintangan yang dihadapi hanyalah anak tangga kecil menuju impian besarnya menjadi seorang farmasis yang berkontribusi bagi kemanusiaan.

Langkah perdananya di kampus hijau ini pun langsung diuji sekaligus ditempa melalui tradisi khas yang melegenda di UMI yakni Pekan Pesantren Mahasiswa Baru di Pesantren Mahasiswa Unggulan Darul Mukhlisin, Padanglampe, Kabupaten Pangkep.

BACA JUGA:
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Catat Fakta Penting Ini
Unik! Dzikir dan Doa Bersama Awal Bulan 9, UMI Terima 9 Unit Mobil dari BSN

Jauh dari hingar-bingar perkotaan, Abdallah larut dalam suasana hening dan syahdu, membaur bersama ratusan rekan sebayanya yang datang dari berbagai pelosok negeri.

Kehadiran Abdallah di tengah ratusan mahasiswa baru lainnya memberi warna tersendiri sekaligus menegaskan komitmen UMI sebagai kampus bertaraf internasional yang inklusif dan berkarakter islami. Di tengah perbedaan bahasa dan kultur, ia tampak antusias dan berbaur luwes mengikuti seluruh rangkaian pembinaan.

“Perjalanan dari Sudan ke Indonesia memang sangat jauh, tetapi tekad saya untuk mendalami ilmu farmasi jauh lebih besar,” ungkap Abdallah penuh semangat.

Ia mengaku terkesan dengan kehangatan civitas academica dan rekan-rekan barunya sejak hari pertama menginjakkan kaki di Padanglampe.

“Berada di sini dan disambut begitu hangat oleh teman-teman membuat saya langsung merasa seperti di rumah sendiri. Saya memilih UMI bukan hanya demi mengejar pendidikan kefarmasian yang berkualitas, melainkan juga lingkungannya yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar kelak bisa membawa ilmu ini kembali untuk membantu masyarakat di negara saya,” tuturnya.

Pekan Pesantren UMI tahun ini dijadwalkan berlangsung sebanyak tujuh gelombang, mulai dari 7 hingga 21 September 2026. Setiap gelombang berjalan intensif selama tiga hari dengan rata-rata 500 peserta.

Melalui kawah candradimuka di Padanglampe ini, seluruh mahasiswa baru, termasuk mahasiswa internasional seperti Abdallah ditempa agar kelak tak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas tinggi.

Diketahui, pada gelombang pertama pekan pesantren tahun 2026 ini, diikuti sebanyak tiga fakultas antara lain Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.