Rabu, 9 September 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Ditinggal Duka, Ekonomi Pas-pasan: Parabayu Tetap Rampungkan Kuliah di UMI dengan 30 Juz di Dada

109 tampilan 3 mnt baca
Parabayu, mahasiswa Hafiz Quran 30 Juz FAI UMI

Bagi UMI, keberhasilan Parabayu mencerminkan visi kampus dalam mencetak sarjana yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki ketahanan mental, adab, dan integritas moral yang kokoh.

Makassar, umi.ac.id - Suasana haru dan rasa bangga menyelimuti pelaksanaan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode ke dua tahun 2026 yang berlangsung di Phinisi Ballroom, Hotel Claro, Jalan A. P. Pettarani, Makassar, Jumat (28/8/2026).

Di hadapan ribuan hadirin yang memadati ruang wisuda, nama Para Bayu Sapta Nugraha Zainuddin dipanggil sebagai salah satu wisudawan Fakultas Agama Islam dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang menyandang predikat hafiz 30 juz.

Kabar Duka yang tak Diinginkan

Perjalanan Parabayu meraih gelar akademiknya tidak dilalui dengan mudah. Saat berjuang menuntaskan hafalan Al-Qur’an di masa karantina pesantren, kabar duka datang menghampirinya, sang ayah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.

Di tengah kepedihan mendalam atas kepergian sosok pilar keluarga, Parabayu memilih bangkit dan menyelesaikan hafalan 30 juz demi mempersembahkan mahkota kemuliaan bagi almarhum sang ayah.

Ujian hidup berlanjut saat ia memasuki bangku perkuliahan. Demi membiayai studinya, Parabayu harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja serabutan di Kota Makassar.

Setiap bulan suci Ramadan tiba, ia mengabdikan dirinya menjadi imam salat tarawih di berbagai masjid demi menyambung biaya hidup sekaligus mengamalkan hafalan kalam Ilahi.

UMI Hadir Ringankan Beban Parabayu

Perjuangan gigih pemuda ini mendapat perhatian penuh dari almamaternya. Melalui program Bantuan Afirmasi Penyelesaian Studi yang disalurkan langsung oleh UMI, beban berat yang dipikul Parabayu di masa-masa akhir studinya terangkat, membukakan jalan baginya untuk merampungkan tugas akhir tepat waktu.

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, mengatakan perjuangan dan keteguhan Parabayu mesti dijadikan inspirasi oleh semua mahasiswa UMI.

“Skema Bantuan Afirmasi Penyelesaian Studi dihadirkan sebagai wujud komitmen nyata universitas untuk merangkul mahasiswa berpotensi agar tidak putus asa di tengah jalan, khususnya para penghafal Al-Qur’an yang senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika akademik,” terangnya.

Parabayu, Cerminan Mahasiswa UMI yang Kokoh terhadap Visi Almamater

Bagi UMI, keberhasilan Parabayu mencerminkan visi kampus dalam mencetak sarjana yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki ketahanan mental, adab, dan integritas moral yang kokoh.

BACA JUGA:
Gemuruh Tepuk Tangan untuk Dwi: Merengkuh Gelar Magister dari Kursi Roda
Bougainville, Calon Negara Baru Tetangga Indonesia

Rektor berharap, kisah perjuangan Parabayu dapat menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika untuk pantang menyerah dalam menuntut ilmu, serta menjadi bekal dakwah yang membawa kemaslahatan bagi umat.

“Kini, dengan toga yang dikenakannya dengan penuh kebanggaan di atas panggung wisuda, Parabayu membuktikan bahwa duka kehilangan dan keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita,” bebernya.

Tepuk tangan dan apresiasi riuh dari para pimpinan senat, dosen, dan ribuan wisudawan yang hadir menjadi saksi atas keteguhan tekad seorang pejuang Al-Qur’an dan sarjana muda tersebut.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.