Rabu, 9 September 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Gemuruh Tepuk Tangan untuk Dwi: Merengkuh Gelar Magister dari Kursi Roda

101 tampilan 3 mnt baca Sumber: Humas UMI
Dwi mengikuti prosesi pemindahan tali toga oleh Rektor UMI Prof Hambali Thallib

Bagi Dwi, wisudawati Program Magister Kesehatan Pascasarjana UMI ini, perjalanan menuju panggung kelulusan bukan sekadar urusan menuntaskan tesis dan beban sks

Makassar, umi.ac.id - Suasana khidmat di Ballroom Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, seketika berubah haru pada gelaran Wisuda Periode II Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (28/8/2026).

Di antara 2866 wisudawan yang melangkah mantap, pandangan tertuju pada sosok Dwi Ramadhani Fajriani. Duduk di atas kursi roda dengan balutan toga hitam, ia melaju perlahan menyambut momen paling berharga dalam perjalanan akademiknya.

Bagi Dwi, wisudawati Program Magister Kesehatan Pascasarjana UMI ini, perjalanan menuju panggung kelulusan bukan sekadar urusan menuntaskan tesis dan beban sks. Ada babak panjang penuh perjuangan fisik yang harus ia lalui di balik layar.

Hari Berat yang Dibayar Tuntas

Menjalani masa studi sembari bergulat dengan kondisi kesehatan yang tidak mudah menjadi ujian ketahanan mental dan raganya setiap hari.

Ada hari-hari ketika tubuhnya terasa begitu berat untuk diajak melangkah, saat keadaan terasa tidak berpihak dan lelah nyaris mengambil alih.

Namun, impian untuk mengenakan toga dan menerima langsung ijazah magister menjadi bahan bakar yang tak pernah padam. Tekad itu terus berbisik lebih kuat dari rasa sakit, membimbingnya bertahan lembar demi lembar hingga studi pascasarjananya rampung.

Saat namanya dipanggil untuk disematkan gelar Magister Kesehatan (M.Kes.), tepuk tangan penghormatan bergema di seluruh ruangan. Kehadiran Dwi di atas kursi roda menjadi saksi bisu bahwa tekad manusia jauh lebih kokoh dari keterbatasan fisik yang membendungnya.

Keteguhan Hati, Cerminan Nyata Insan Akademis

Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang hadir di panggung kehormatan tak kuasa menyembunyikan rasa bangga sekaligus haru saat menyaksikan Dwi menerima ijazahnya.

BACA JUGA:
Nyaris Terhenti di Garis Akhir, UMI Bantu 121 Mahasiswa lewat Skema Afirmasi Senilai Rp1,599 Miliar
Ramah Tamah, 312 Alumni Baru PPs UMI Dikukuhkan pada Wisuda Periode II 2026

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, mengungkapkan, bagi UMI, keteguhan hati Dwi adalah cerminan nyata dari karakter insan akademis berlandaskan nilai-nilai keislaman, pribadi yang pantang menyerah, sabar dalam menghadapi ujian, dan senantiasa bersungguh-sungguh menggapai cita-cita.

“Keberhasilannya menegaskan komitmen kampus hijau ini dalam menyediakan ruang belajar yang inklusif, suportif, serta membuka jalan seluas-luasnya bagi setiap mahasiswa untuk meraih prestasi tertinggi tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Perjuangan Dwi Adalah Kebanggaan UMI

Guru Besar FH UMI ini, menyebutkan, kisah perjuangan Dwi bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pribadinya, melainkan juga warisan inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UMI dan masyarakat luas.

“Di hadapan ribuan wisudawan dan orang tua yang hadir, pihak universitas menyampaikan apresiasi mendalam seraya berharap dedikasi serta keilmuan yang diraih Dwi di bidang kesehatan mampu memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk menebar maslahat seluas-luasnya,” tutupnya.

Momen haru tersebut meninggalkan pesan mendalam bagi para hadirin: setiap keberhasilan memiliki jalannya sendiri yang layak dirayakan, dan keterbatasan tidak pernah menjadi alasan yang cukup kuat untuk berhenti bermimpi.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.