Senin, 27 Juli 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Kekejaman Piala Dunia 2026, Badai Resign hingga PHK Para Juru Taktik

48 tampilan 3 mnt baca
Pelatih Belanda, Ronald Koeman (Source: AP Photo/Julio Cortez)

Daftar pelatih ini pada dasarnya adalah tokoh penting bagi setiap perjalanan tim. Prestasi mereka dari skala regional hingga kualifikasi, namun berakhir pahit di Wolrd Cup 2026

Piala Dunia 2026 terbukti menjadi panggung yang sangat kejam bagi para juru taktik. Hingga turnamen memasuki babak gugur, sebanyak 18 pelatih kepala dilaporkan resmi menanggalkan jabatannya atau dipecat oleh federasi masing-masing setelah gagal memenuhi target di turnamen edisi ke-23 ini.

Dari 18 pelatih itu, news.umi.ac.id telah merangkum sejumlah pelatih ternama yang menjadi korban Badai Resign dan PHK setelah gagal membawa tim nasional negaranya mencapai hasil maksimal. Berikut daftarnya:

Korban di Fase Grup

1. Sabri Lamouchi, Tunisia (Dipecat)

Lamouchi menjadi pelatih pertama yang jadi korban keganasan pemecatan di Piala Dunia 2026. Ia baru ditunjuk menggantikan Sami Trabelsi tak lama sebelum turnamen, setelah Trabelsi dipecat pasca-kekalahan Tunisia di Piala Afrika 2025.

Nasib Lamouchi sendiri tak jauh berbeda. Federasi Tunisia langsung mendepaknya tanpa pengumuman begitu timnya dibantai Swedia 1-5 di laga pembuka Grup F.

2. Hervé Renard, Tunisia (Mundur)

Renard datang dengan reputasi mentereng di sepak bola Afrika pernah membawa Zambia juara Piala Afrika 2012 dan Pantai Gading juara Piala Afrika 2015.

Ia ditunjuk sebagai pengganti darurat Lamouchi untuk memimpin sisa turnamen Tunisia, namun gagal mempersembahkan poin penuh setelah kalah dari Jepang dan Belanda. Begitu Tunisia dipastikan tersingkir dari fase grup, Renard langsung mengumumkan pengunduran dirinya.

3. Hong Myung-bo, Korea Selatan (Mengundurkan Diri)

Hong menjabat sejak 2024 dan sempat sukses membawa Korea Selatan melewati babak kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa kekalahan sama sekali. Sayangnya performa itu tak berlanjut di turnamen utama. Taegeuk Warriors hanya meraih satu kemenangan di fase grup sebelum tersingkir.

Sehari setelah kegagalan itu, di tengah gelombang protes keras yang menyambut kepulangan tim ke bandara, Hong mengumumkan mundur dan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk timnya.

4. Miroslav Koubek, Ceko (Mundur)

Koubek baru menjadi pelatih timnas Ceko jelang play-off Piala Dunia zona Eropa, dan sempat sukses membawa Ceko meraih kemenangan adu penalti beruntun atas Republik Irlandia dan Denmark untuk lolos ke putaran final setelah absen 20 tahun. Namun kiprahnya di turnamen utama berakhir pahit.

Ceko finis di posisi terakhir grup dan hanya meraih satu poin. Tekanan besar dari media Ceko akhirnya membuat Koubek memilih mundur begitu timnya dipastikan tersingkir.

5. Steve Clarke, Skotlandia (Mundur)

Clarke sudah melatih Skotlandia sejak 2019 dan sempat membawa negara itu kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam beberapa decade, sebuah pencapaian bersejarah tersendiri.

Namun begitu langkah timnya dipastikan terhenti di babak awal turnamen, ia memilih mundur meski masih memiliki sisa kontrak empat tahun.

6. Marcelo Bielsa, Uruguay (Mengundurkan Diri)

Dijuluki "El Loco", Bielsa memimpin Uruguay sejak Mei 2023 dengan rekor 16 kemenangan, 12 hasil imbang, dan delapan kekalahan. Namun proyeknya berakhir mengecewakan.

Bielsa mengumumkan pengunduran dirinya lewat konferensi pers emosional berdurasi hampir dua jam di Montevideo.

Korban di Babak Gugur

7. Ronald Koeman, Belanda (Mengundurkan Diri)

Koeman menjalani periode kedua menangani Belanda setelah sebelumnya juga pernah melatih Oranje pada 2018–2020.

Ia mengejutkan publik dengan mundur kurang dari 24 jam setelah Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti 2-3 di babak 32 besar, usai bermain imbang 1-1 hingga akhir perpanjangan waktu.

8. Roberto Martinez, Portugal (Mundur)

Martinez punya rekam jejak mentereng, pernah membawa generasi emas Belgia finis peringkat tiga di Piala Dunia 2018 dan juara FA Cup bersama Wigan Athletic.

Di Portugal, ia mengakhiri masa jabatannya setelah timnya disingkirkan Spanyol di babak 16 besar lewat gol telat Mikel Merino, dengan skor akhir 0-1, sekaligus menandai berakhirnya era Martinez bersama generasi emas Portugal, sekaligus menjadi laga terakhir Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.

9. Julian Nagelsmann, Jerman (Dipecat)

Nagelsmann ditunjuk sebagai pelatih Jerman pada September 2023, menggantikan Hansi Flick, dan sempat jadi pelatih termuda kedua dalam sejarah timnas Jerman.

Setelah Jerman dipermalukan Paraguay lewat adu penalti di babak 32 besar kegagalan ketiga beruntun Jerman di Piala Dunia setelah 2018 dan 2022 . Ia sempat menegaskan tidak berniat mundur dan siap membawa timnya bangkit.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.