Senin, 27 Juli 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Raksasa Benua Merah VS Benua Biru di Piala Dunia 2026, Begini Fakta-fakta Menarik Argentina dan Spanyol

294 tampilan 3 mnt baca Sumber: Humas UMI
Messi dan Yamal (Ilustrasi)

Spanyol dan Argentina merupakan raksasa sepak bola di benua masing-masing. Spanyol sebagai kekuatan Benua Biru (Eropa) dan Argentina sebagai simbol kekuatan Benua Merah (Amerika).

Laga final Piala Dunia (Wolrd Cup) tahun 2026 antara raksasa Benua Merah (Amerika) vs Benua Biru (Eropa) dipastikan akan menyajikan penampilan epik dari ke dua tim. Argentinya sebagai raja Benua Amerika dan Spanyol sebagai raja Benua Eropa akan tampil dengan strategi terbaiknya.

Di balik pertemuan ke dua negara raksasa sepak bola itu pada Senin (20/7/2026) mendatang, terdapat beberapa fakta menarik yang telah dirangkum oleh news.umi.ac.id. Berikut daftarnya:

Sejarah baru tercipta

Spanyol dan Argentina belum pernah bertemu di final Piala Dunia sebelumnya, sehingga ini akan menjadi final Piala Dunia perdana antara kedua negara. Ini juga jadi kali pertama dalam sejarah Piala Dunia partai final mempertemukan juara Eropa (Euro) yang sedang bertahan melawan juara Copa Amerika yang sedang bertahan.

"Finalissima" yang akhirnya kesampaian

Spanyol dan Argentina sebenarnya sudah dijadwalkan bertemu di ajang Finalissima (laga antara juara Euro dan juara Copa America) pada 27 Maret 2026 di Lusail Stadium, Qatar, tapi pertandingan itu dibatalkan. Pembatalan itu terjadi akibat konflik di Timur Tengah. Jadi final Piala Dunia ini secara tidak langsung "menggantikan" duel yang sempat gagal terlaksana itu.

Jalan menuju final

Argentina memastikan tempat di final usai mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal di Atlanta, Kamis 16 Juli 2026 dini hari WIB, sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon, lalu comeback lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir. Ini adalah final kedua beruntun bagi Argentina.

Spanyol lolos lebih dulu dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Prancis di semifinal. Gol dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Status juara bertahan vs ambisi comeback

Argentina akan berusaha mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022, sekaligus mengejar gelar keempat setelah 1978, 1986, dan 2022. Spanyol di sisi lain berambisi meraih gelar Piala Dunia kedua mereka setelah trofi di Afrika Selatan 2010.

Menariknya, sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962, belum ada negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia dua kali beruntun Italia pernah melakukannya lebih dulu pada 1934 dan 1938. Jadi kalau Argentina menang, mereka akan mencatat sejarah langka ini.

Duel lintas generasi: Messi vs Yamal

Kapten Argentina Lionel Messi (39 tahun) dan bintang muda Spanyol Lamine Yamal (baru genap 19 tahun sehari sebelum semifinal Spanyol, dipisahkan usia 20 tahun, tapi dihubungkan oleh klub yang sama, Barcelona. Yamal bahkan sebelumnya sudah menyatakan Argentina sebagai lawan yang ingin ia hadapi jika Spanyol mencapai final, dan ia ingin bertukar kostum dengan Messi. Messi datang dengan koleksi gelar yang dulu dianggap mustahil ialah Copa America, Finalissima, dan Piala Dunia.

Rekor head-to-head

Secara historis, dari 14 kali pertemuan, Spanyol dan Argentina punya rekor yang sangat seimbang masing-masing meraih enam kemenangan dan dua kali seri. Secara statistik, memprediksi pemenang pada gelar piala dunia kali ini agak berat.

Fakta venue

MetLife Stadium dipilih sebagai venue final karena kapasitasnya lebih dari 82.000 penonton, dan stadion ini sebelumnya pernah jadi tuan rumah Super Bowl serta final Copa América. Ini juga edisi Piala Dunia pertama yang digelar di tiga negara sekaligus yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (*)

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.