Jumat, 9 Oktober 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Tiga Dosen UMI Raih Pendanaan AKSARA Mahasiswa 2026, Perkuat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

25 tampilan 4 mnt baca Sumber: Humas UMI

Bagi UMI, keberhasilan tiga dosen lintas fakultas ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengabdian.

Makassar, umi.ac.id - Tiga dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil meraih pendanaan Program AKSARA Mahasiswa Tahun Pelaksanaan 2026 melalui skema AKSARA Peduli. Capaian ini menjadi peluang bagi UMI untuk memperkuat peran dosen dalam mendampingi mahasiswa mengembangkan kegiatan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Ratika Nengsi, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Fakultas Agama Islam, Dr. apt. Sukmawati Syarif, S.Farm., M.Kes. dari Fakultas Farmasi, serta Prof. Dr. Kasnaeny Karim, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.

Keberhasilan yang disampaikan pada Kamis (8/10/2026) tersebut memperlihatkan potensi dosen dari berbagai disiplin ilmu dalam mengembangkan kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada kepedulian sosial, kolaborasi, dan penerapan pengetahuan di tengah masyarakat.

Dari Ruang Kuliah Menuju Pengalaman Nyata

Melalui skema AKSARA Peduli, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa tidak hanya didorong untuk memahami teori, tetapi juga belajar mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun gagasan, bekerja dalam tim, dan melaksanakan program secara bertanggung jawab.

Dalam proses tersebut, dosen memiliki peran penting sebagai pendamping yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pengalaman belajar seperti ini semakin relevan di tengah perubahan zaman. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan nyata.

BACA JUGA
Studium Generale FAI UMI: Gen Z Harus Ubah Akses Digital Jadi Dampak Nyata
Sedih! Satu-satunya Gletser Tropis di Asia Tenggara: Menanti Kepunahan Salju Abadi Papua pada 2027

Tiga Fakultas, Memperluas Perspektif Pengabdian

Keterlibatan dosen dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Farmasi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis memperlihatkan keberagaman keilmuan yang dimiliki UMI dalam mendukung pengembangan mahasiswa.

Ketiga bidang tersebut memiliki perspektif yang berbeda, mulai dari penguatan nilai dan pendidikan karakter, kesehatan dan kefarmasian, hingga ekonomi, manajemen, dan pemberdayaan masyarakat.

Keberagaman ini membuka peluang bagi pengembangan program kemahasiswaan yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat dan bidang keahlian masing-masing.

Persoalan masyarakat sering kali tidak berdiri sendiri. Masalah kesehatan dapat berkaitan dengan pendidikan dan kondisi ekonomi, sementara upaya pemberdayaan masyarakat juga membutuhkan pemahaman terhadap nilai sosial dan budaya setempat.

Karena itu, keberhasilan tiga dosen dari fakultas berbeda ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memperluas kolaborasi akademik dan pengembangan kegiatan mahasiswa di lingkungan UMI.

Memperkuat Catur Dharma UMI

Capaian tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam mengembangkan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.

Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI memandang pendidikan sebagai proses membangun kompetensi sekaligus membentuk pribadi yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan kemahasiswaan berbasis pengabdian, mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus memahami tanggung jawab sosial dari ilmu yang dipelajarinya.

Pendekatan tersebut juga memperkuat identitas UMI sebagai Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.

Pendanaan Menjadi Awal, Dampak Menjadi Tujuan

UMI menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Ratika Nengsi, Dr. apt. Sukmawati Syarif, dan Prof. Dr. Kasnaeny Karim memperoleh pendanaan AKSARA Mahasiswa 2026 melalui skema AKSARA Peduli.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan gagasan inovatif serta memperluas keterlibatan dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan tahap awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan program dapat dilaksanakan dengan baik, melibatkan mahasiswa secara aktif, dan menghasilkan manfaat yang dapat dievaluasi.

Karena itu, pelaksanaan kegiatan perlu didukung perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran secara akuntabel, serta evaluasi yang mampu menunjukkan hasil dan manfaat program.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan baru yang diperoleh mahasiswa, persoalan yang berhasil ditangani, dan perubahan positif yang dapat dirasakan masyarakat.

Bagi UMI, keberhasilan tiga dosen lintas fakultas ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengabdian.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kemampuan akademik perlu terus berjalan seiring dengan kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan bekerja bersama.

Sebab, perguruan tinggi yang berdampak bukan hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu, tetapi juga generasi yang memahami bagaimana menggunakan ilmunya untuk membantu kehidupan orang lain.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.