Makassar, umi.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Airena Belajar bertajuk "Ngulik AI Bersama Para Expert: Rahasia Produktif dan Kreatif dengan AI" di Auditorium Al Jibra UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Ilkom FSIKP UMI dan im3 Indosat tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan industri dan akademisi sebagai upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS., M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan membangun komunikasi yang efektif, menjaga integritas, serta menghasilkan karya yang beretika.
"Mahasiswa hari ini adalah generasi yang akan memimpin perubahan di masa depan. Karena itu, kemampuan berkolaborasi dengan teknologi menjadi kompetensi penting yang harus terus diasah, tanpa meninggalkan integritas, etika, dan orientasi pada kualitas karya," ujarnya.
Alumni Sastra Arab FSIKP UMI ini juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sekaligus menyambut baik peluang kolaborasi yang lebih luas antara UMI dan dunia industri.
Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya berhenti pada kegiatan seminar, tetapi akan dikembangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoA), perjanjian kerja sama (PKS), program pengembangan kompetensi digital, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peluang magang mahasiswa di Indosat.
"Sejalan dengan semangat UMI sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, budaya, dan keislaman, kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor V UMI, Ir. Setiawaty Yani, ST., MT., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengajak mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi mampu melahirkan inovasi melalui teknologi tersebut.
"Hari ini kita akan mengulik AI. Saya yakin kalian semua bukan hanya sudah mengenal, tetapi juga menggunakannya. Namun harapan kami bukan hanya mampu menggunakan AI, melainkan mampu berinovasi, berkreativitas, dan mengimplementasikan hasil inovasi tersebut," tuturnya.
Mantan Kepala Kantor Internasional (KUI) UMI itu menegaskan bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat yang diciptakan manusia, sehingga mahasiswa tetap harus mengedepankan kemampuan berpikir kritis.
"Secerdas apa pun AI, ia tetaplah artificial atau buatan manusia. Karena itu, kalian harus lebih cerdas dari AI. Apa pun hasil yang diberikan AI harus tetap melalui proses berpikir, analisis, dan perspektif kalian sendiri sehingga menghasilkan karya yang orisinal dan bernilai," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, EVP Head of Circle Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Indosat, Erik Wilyanto, menekankan pentingnya integritas dan kemampuan berpikir kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Tetaplah memperlihatkan integritas dan tetaplah berpikir kritis. Saya yakin dari Makassar akan lahir talenta-talenta digital yang mampu menghadirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia," ungkapnya.