Makassar, umi.ac.id - Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Angkatan 19 Periode 2 Tahun 2026 Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi mengucapkan sumpah profesi. Momen sakral ini menjadi lebih istimewa karena seluruh peserta mencatatkan tingkat kelulusan sempurna, yakni 100 persen, setelah melewati tiga tahapan utama: UKMPPAI CBT, UKMPPAI OSCE, hingga Yudisium.
Prosesi pengambilan sumpah disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kampus, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, Pengurus Daerah/Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PD/PC IAI), mitra internasional, serta sekitar 240 orang tua dan wali lulusan yang hadir diliputi rasa haru.
Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M. Farm., Ph.D., menegaskan bahwa pengucapan sumpah ini bukan akhir, melainkan gerbang awal pengabdian kepada masyarakat.
"Saya berpesan agar para alumni senantiasa menjaga tali silaturahmi dengan almamater," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., menyoroti pentingnya para apoteker baru untuk bersiap menghadapi era industrialisasi dan transformasi digital. Menurutnya, penguasaan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital kini menjadi kunci utama peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian.
"Apoteker baru tidak hanya dituntut menjadi tenaga profesional, tetapi juga harus mampu menjadi inovator di bidang kefarmasian agar sanggup bersaing di kancah nasional maupun global," tegas Prof. Dirgahayu.
Rekor kelulusan 100 persen ini turut diwarnai capaian gemilang dari sejumlah lulusan terbaik. Megaputri Kumalasari Idris tercatat sebagai peraih nilai ujian kompetensi tertinggi, sementara predikat IPK sempurna 4,00 diraih oleh Sahwa. Keduanya mendapat apresiasi khusus dari Wakil Rektor I UMI.
BACA JUGA:
Pesan WR IV UMI untuk Maba Pekan Pesantren Gelombang V 2026: Gunakan AI untuk Bantu Berpikir, Bukan Gantikan Pikiran
Gelombang IV Pekan Pesantren Maba UMI, Ruang Pembentukan Leadership Mentality
Dalam sambutannya mewakili para lulusan, Megaputri menyampaikan rasa syukur atas perjuangan bersama rekan-rekannya.
"Hari ini kita berdiri bersama-sama tanpa ada yang tertinggal, dan hari ini gelar Apoteker itu milik kita," ujarnya.
Sementara itu, Muhlis Marhaban, perwakilan orang tua yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Apoteker Maluku Utara, mengingatkan para lulusan untuk terus belajar sepanjang hayat, menjaga integritas, dan tetap rendah hati dalam mengabdi kepada masyarakat.
Pencapaian ini sekaligus menjadi komitmen PSPA Fakultas Farmasi UMI untuk terus menyelaraskan kurikulum dengan dinamika teknologi modern. Dengan mencetak 120 apoteker baru yang kompeten dan adaptif, UMI kembali membuktikan perannya dalam melahirkan sumber daya manusia kesehatan masa depan yang siap berinovasi.