Pangkep, umi.ac.id - Suasana sore pada hari kedua di setiap gelombang pekan Pesantren Mahasiswa Baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) 2026 terasa jauh lebih semarak. Bukan sekadar materi di dalam ruangan, para mahasiswa baru (maba) diajak mencairkan suasana dan melepas canggung melalui serangkaian simulasi outbound interaktif di luar ruangan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh fasilitator bersertifikat sekaligus dosen Fakultas Teknologi Industri UMI, Dr. Ir. Agus Ardianto Budiman, S.T., M.T., IPP. Melalui metode experiential learning, Agus mengajak maba belajar langsung dari pengalaman nyata di lapangan untuk menghadapi tantangan serta memecahkan masalah bersama.

Mengingat para maba datang dari berbagai pelosok daerah, sekolah, dan latar belakang yang beragam, simulasi permainan ini dirancang menjadi jembatan untuk menyatukan frekuensi.
“Minimal mereka membangun rasa dan pengalaman yang sama terlebih dahulu. Mereka belajar menghadapi tantangan bersama dan berkolaborasi mencari solusinya,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, berbagai tantangan seru mulai dari mendirikan bola, menyeberangkan rekan satu tim, hingga menangkap bola bersama sengaja dihadirkan agar terbangun chemistry yang kuat sejak dini. Ikatan kebersamaan ini diharapkan terus terjaga sepanjang masa perkuliahan, meraih gelar sarjana, merintis karier di dunia kerja, hingga kehidupan setelah lulus nanti.
BACA JUGA:
Dari Sudan, Mimpi Abdallah Kini Berlabuh di UMI
Ketika Ruang Redaksi Jadi Etalase: Komersialisasi Media Era Disrupsi Digital
Berikut games yang dimainkan pada Outbound kali ini:
Mancing Mania
Menguji ketangkasan, kecepatan, dan fokus tingkat tinggi. Bermodal alat pancing sederhana, peserta ditantang memancing objek yang telah disiapkan dan menyusun lima ember mini secara rapi secepat mungkin tanpa boleh roboh. Koordinasi mata dan tangan benar-benar diuji di sini!

Transfer All
Menuntut kerja sama tim yang solid dan ketelitian penuh. Masing-masing kelompok ditantang memindahkan kumpulan bola di dalam baskom ke titik seberang hanya menggunakan bilah stik. Gerakan harus selaras dan terkoordinasi agar bola tidak berceceran di jalan.

Jugling
Ritme dan konsentrasi menjadi kuncinya. Setiap peserta diminta melempar bola kasti ke atas secara serentak ke arah teman di sebelah kiri tanpa membiarkannya terjatuh ke tanah. Meleset sedikit saja, konsentrasi dan irama seluruh kelompok bisa buyar.

Bottle Up
Menantang keseimbangan, ketepatan, dan ketenangan peserta. Mahasiswa harus menegakkan botol yang tumbang menggunakan jalinan tali sederhana yang dikendalikan bersama-sama. Suasana kompetitif yang seru memaksa tim mengambil keputusan cepat di tengah tekanan waktu.

Tralis
Ujian pamungkas untuk solidaritas dan strategi tim. Maba dihadapkan pada rintangan berbentuk terali sesuai mekanisme panitia. Komunikasi aktif dan saling bantu antar-anggota menjadi penentu agar seluruh rekan satu kelompok bisa lolos melewati rintangan tepat waktu.
