Selasa, 18 Agustus 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Matangkan Konsolidasi Jelang Rakernas, Rektor UMI Didaulat sebagai Plt. Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulsel

52 tampilan 3 mnt baca Sumber: Humas UMI
Ketua Umum APTISI Dr Budi Djatmiko bersama Rektor UMI Prof Hambali Thalib, di Sarasehan APTISI IX-A

Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas organisasi menjelang Rakernas APTISI 2026

Makassar, umi.ac.id Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah IX-A Sulawesi Selatan terus mematangkan konsolidasi organisasi menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI Pusat Tahun 2026.

Konsolidasi tersebut dikemas melalui Sarasehan Konsolidasi APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan Menjelang Rakernas APTISI 2026 yang berlangsung di Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi swasta se-Sulawesi Selatan sebagai wadah memperkuat sinergi, menyatukan langkah, serta merumuskan strategi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi.

Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas organisasi menjelang Rakernas APTISI 2026, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk mendorong peningkatan mutu, tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., secara resmi mendaulat Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Prof. Hambali Thalib menegaskan, APTISI merupakan organisasi yang lahir dari semangat kebersamaan seluruh perguruan tinggi swasta. Karena itu, amanah yang diemban organisasi tersebut menjadi tanggung jawab bersama dalam memperkuat eksistensi dan kontribusi perguruan tinggi swasta di tengah dinamika perkembangan zaman.

"APTISI adalah organisasi kebersamaan seluruh perguruan tinggi swasta yang lahir atas dasar semangat kolektif. Amanah ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi ke depan," ujarnya.

Menurut Prof. Hambali, dinamika pendidikan tinggi akan terus berkembang seiring perubahan zaman. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antarpimpinan perguruan tinggi agar mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi.

Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan, khususnya di sektor pendidikan tinggi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menyampaikan bahwa APTISI merupakan rumah besar bagi seluruh perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan yang memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan sekaligus mendorong kemajuan pendidikan tinggi.

"Menjadi tuan rumah kegiatan ini merupakan sebuah amanah bagi UMI. Kami memandang momentum ini sebagai bagian dari upaya menjaga marwah perguruan tinggi swasta sekaligus memperkuat kebersamaan di antara seluruh anggota APTISI," tuturnya.

Prof. Masrurah berharap APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan perguruan tinggi swasta di daerah. Menurut dia, setiap gagasan dan keputusan yang dihasilkan melalui forum tersebut diharapkan membawa keberkahan sekaligus kemajuan bagi seluruh kampus anggota APTISI.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dikembangkan APTISI sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi swasta.

"Selain terus mendorong peningkatan kompetensi dosen melalui program Sertifikasi Dosen, APTISI juga tengah menyiapkan program pengembangan kepemimpinan bagi para rektor. Program tersebut dirancang untuk membentuk pemimpin perguruan tinggi yang adaptif, strategis, dan visioner dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan tinggi," sebutnya.

Ia menjelaskan, pelatihan kepemimpinan tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan tata kelola perguruan tinggi yang efektif, tetapi juga membekali para rektor dengan kemampuan membangun kolaborasi, mendorong inovasi, serta merumuskan kebijakan yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.


"Melalui program ini kami berharap para rektor mampu memimpin transformasi perguruan tinggi secara berkelanjutan sehingga institusi pendidikan tinggi swasta memiliki daya saing yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional," jelasnya.
G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.