Pangkep, umi.ac.id - Universitas Muslim Indonesia (UMI) mesti memegang prinsip bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, teknologi, atau sumber daya, tetapi juga oleh nilai dan orientasi kepemimpinan.
Praktisi Perbankan Syariah, Dr. Merza Gamal, berpendapat, banyak organisasi besar runtuh bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena kehilangan makna dan integritas.
Banyak organisasi besar runtuh bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena kehilangan makna dan integritas. Tauhid harus menjadi fondasi kepemimpinan yang membentuk cara berpikir, budaya kerja, hingga tata kelola organisasi,” ungkap Dr. Merza saat membawakan materi pada UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF) 2026 di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhisin UMI Padanglampe, Senin (3/8/2026).
Penulis Buku Membangun Islamic Corporate Culture: Dari Tauhid Hingga Tata Kelola itu, berpendapat, pemimpin yang berorientasi kepada Allah akan memandang jabatan sebagai amanah, bukan sekadar kekuasaan, sehingga integritas tumbuh dari kesadaran, bukan karena pengawasan.
Dr. Merza Gamal menjelaskan empat prinsip dasar kepemimpinan Islam, yakni amanah, khalifah, itqan, dan ihsan. Keempat nilai tersebut menjadi dasar lahirnya karakter pemimpin yang bertanggung jawab, bekerja secara profesional, serta senantiasa memberikan yang terbaik sebagai bentuk ibadah.
“Bagi UMI, nilai-nilai tersebut selaras dengan komitmen membangun tata kelola perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Budaya organisasi yang kuat, menurutnya, tidak cukup dibangun melalui aturan, tetapi harus bertumpu pada karakter yang kemudian dilembagakan dalam sistem dan kebijakan organisasi,” sebutnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari lulusan yang kompeten, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Kepemimpinan yang berakar pada tauhid, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan dan berkontribusi bagi peradaban.