Selasa, 18 Agustus 2026 Makassar, Sulawesi Selatan
ID EN

Terpinus Sang Peneliti Sagu, Putra Pendeta Kampung di Papua yang Selesaikan Studi di FTI UMI

110 tampilan 2 mnt baca Sumber: Tribunnews

Terpinus Wamang, putra pendeta kampung dari Papua, tuntas kuliah di UMI meski sempat tertunda karena kendala akses daerah

Makassar, umi.ac.id - Terpinus Wamang (29) adalah putra seorang pendeta gereja kampung dari pedalaman Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dari latar belakang itu, ia menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya menuntaskan studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FT), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, pada Kamis (6/8/2026).

Ini merupakan sebuah pencapaian yang ia raih lewat penelitian tentang sagu, komoditas khas tanah kelahirannya. Dengan demikian, Terpinus juga menjadi Sarjana pertama dalam sejarah keluarganya.

Alih-alih memilih topik yang jauh dari akar budayanya, Terpinus justru menjadikan sagu Papua sebagai objek penelitian tugas akhir. Skripsinya berjudul Analisis Penerapan Six Sigma dalam Pengolahan Sagu di Papua Guna Mengurangi Variabilitas dan Meningkatkan Kualitas Produk.

Lewat kajian ini, ia membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah bisa dipakai untuk membaca kembali potensi kampung halaman.

Gelar Sarjana yang Penuh Jalan Terjal

Jalan menuju gelar sarjana itu tidak mudah dan penuh jalan terjal bagi anak seorang pendeta kampung ini.

Karena kampung halamannya tidak memiliki akses jalan darat menuju ibu kota kabupaten, Terpinus harus menempuh perjalanan udara dengan beberapa kali transit setiap kali berurusan dengan studinya di Makassar.

Keterbatasan transportasi dan komunikasi ini bahkan sempat menunda penelitian skripsinya sekitar satu tahun. Untuk mengatasinya, proses bimbingan pun dilakukan secara kombinasi daring dan luring, hingga ia berhasil mencapai tahap seminar hasil.

Terpinus tercatat sebagai mahasiswa FTI UMI angkatan 2021. Ketekunannya menghadapi berbagai kendala tersebut mendapat apresiasi dari pihak kampus.

Di hadapan tiga penguji, Prof. Dr. Ir. ANIS SALEH , MT.,IPU, ASEAN Eng, Dr. Ir. Ahmad Padhil, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, dan Ir. Asrul Fole., ST., MT. Terpinus akhirnya berhasil melewati ujian tutup skripsi sagunya itu.

Usai ujian, ia menyempatkan diri menemui Wakil Rektor II UMI, Prof Dr. Ir. H Zakir Sabara HW, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, APEC Eng, dan Kepala Humas, Protokoler, dan Kerjasama UMI, Dr. Irma Nur Afiah,ST, MT, IPM, ASEAN Eng, sosok yang selama ini mendukungnya.

"Syukur bapak, ujian tutup sudah selesai," ucap Terpinus.

Bagi Prof Zakir, keberhasilan putra pendeta kampung asal Papua ini menyelesaikan studi di UMI merupakan bagian dari identitas keberagaman kampus yang berdiri sejak 23 Juni 1954.

"Dari Papua datang menimba ilmu, di UMI tumbuh bersama anak-anak Nusantara, dan kelak kembali membawa ilmu untuk daerahnya," tuturnya.

Rektor UMI Prof Hambali Thalib menambahkan, kisah Terpinus menjadi gambaran bagaimana UMI menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, datang untuk belajar, lalu kembali membawa ilmu bagi kampung halaman masing-masing.

G
Gunawan S
Staff Humas.
Komentar (0)

Langganan Newsletter

Dapatkan berita terbaru UMI langsung di email Anda.