Makassar, umi.ac.id - Ketika gemuruh konflik di tanah kelahirannya belum sepenuhnya mereda, seorang pemuda dari jalur Gaza melangkahkan kaki dengan satu tekad yakni belajar untuk menyembuhkan. Di antara 498 riuh mahasiswa baru pada Pekan Pesantren UMI Gelombang III (11–13/9/2026), kehadiran Raed Hussam Abuod, mahasiswa internasional baru Fakultas Kedokteran UMI menjadi simbol keteguhan jiwa.
Bagi Raed, perjalanan ke Makassar bukan sekadar mengejar gelar akademis. Di balik senyum mewarnai wajahnya yang tenang, tersimpan kenangan pahit dari tanah kramat Palestina yang hancur oleh perang serta okupasi Zionis Israel. Namun di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, ia menemukan pelukan hangat yang membalut lukanya dan memberinya harapan baru.

Penerimaan Raed di UMI menjadi bukti nyata kepedulian serta solidaritas Kampus Hijau terhadap perjuangan rakyat Palestina. UMI tak hanya membuka pintu pendidikan, tetapi juga memberikan ruang aman dan dukungan penuh bagi anak muda Palestina untuk merajut masa depan.
Di sela-sela kegiatan pembinaan karakter dan keislaman tersebut, Raed menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian yang ia rasakan.
"Berada di sini, di tengah ketulusan dan kehangatan keluarga besar UMI, membuat saya merasa tidak sendiri. Gaza mungkin sedang terluka, tapi ilmu kedokteran yang saya timba di sini adalah janji saya untuk pulang dan menyembuhkan bangsa saya kelak," tutur Raed dengan nada bergetar.
Kehadiran Raed menjadi perwujudan konkret dari komitmen kemanusiaan UMI yang konsisten berdiri bersama rakyat Palestina. Selama beberapa tahun terakhir, UMI secara berkelanjutan telah menyalurkan bantuan dana kemanusiaan hingga miliaran rupiah untuk membantu warga Palestina yang terdampak konflik.
BACA JUGA:
FEB UMI-UNUSIA Tandatangani IA, Perkuat Sembilan Bidang Kolaborasi
Rektor Ingatkan 500 Maba FH UMI: Kecerdasan Tanpa Integritas Bisa Menjadi Ancaman
Tak berhenti pada aspek materiil, UMI juga meneguhkan dukungannya melalui ranah pendidikan dengan menghadirkan skema beasiswa penuh khusus bagi para mahasiswa asal Palestina.

Langkah mulia ini ditegaskan sebagai bentuk diplomasi kemanusiaan dan solidaritas tanpa batas dari UMI. Melalui fasilitas pendidikan tinggi dan ruang binaan bernuansa Islami seperti Pekan Pesantren ini, UMI berkomitmen untuk terus merawat asa para pemuda Palestina agar mereka kelak dapat kembali dan menjadi pilar pembangun bagi negerinya.
Kehadiran Raed pun menjadi pengingat mendalam bagi seluruh civitas akademika UMI tentang arti penting sebuah perjuangan, rasa syukur, dan rasa persaudaraan yang tak tersekat oleh samudera.
Diketahui pada gelombang III Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI 2026, terdapat 3 mahasiswa internasional, Raed dari Palestina dan dua orang dari Sudan.