Kupang, umi.ac.id – Dampak kerusakan infrastruktur yang diakibatkan guncanagan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat besar.
Selain menelan 70 korban jiwa (Update: Rabu 19/8/2026), tercatat puluhan ribu bangunan rusak dan banyak fasilitas layanan sosial yang roboh.
BPBD Provinsi NTT merilis, guncangan gempa ini telah menimbulkan kerusakan fisik yang meluas di delapan kabupaten/kota di daratan Flores dan sekitarnya.
BACA JUGA:
Update Pascagempa NTT: Korban Jiwa Capai 70 Orang, Korban Luka Ratusan, Puluhan Ribu Pengungsi
Kisah Naskah Proklamasi yang Hampir Masuk Keranjang Sampah dan Loyalitas Wartawan BM Diah
Tercatat, Pemukiman Warga lebih dari 19.000 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian lebih dari 6.400 unit rusak berat, ribuan rusak sedang, dan belasan ribu lainnya rusak ringan.
Sedangkan untuk fasilitas layanan publik dilaporkan, ratusan gedung sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta fasilitas kesehatan mengalami keretakan struktur hingga roboh.
Salah satu fasilitas paling parah adalah RSUD Ruteng yang mengalami kerusakan signifikan, sehingga pelayanan dialihkan ke tenda darurat.
Sementara, akses transportasi dan jaringan di beberapa titik jalan antarkabupaten sempat terputus akibat timbunan material longsor.
Namun alat berat dari Kementerian PU telah dikerahkan untuk membuka akses jalur logistik darat, sementara tim teknis PLN dan operator telekomunikasi terus memulihkan jaringan listrik dan sinyal seluler.
